Posts Tagged ‘e-Commerce’

PostHeaderIcon Internet Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Internet Mengentaskan Kemiskinan

Bagi teman, kerabat dan saudara tercinta..
Adakah terlintas dalam benak anda, bagaimana jika saat anda tidak memanfaatkan teknologi transportasi, bisakah anda hidup dengan mengabaikan alat transportasi?. Bayangkan pula jika saat ini anda tidak memanfaatkan teknologi telekomunikasi, mungkinkah anda hidup dengan mengabaikan alat telekomunikasi tersebut?

Mau tidak mau, suka tidak suka jika kita ingin mendapatkan kenyamanan dalam eksistensi berkehidupan, kita sering “dipaksa” untuk mengikuti tuntutan sebuah budaya dimana salah satunya adalah budaya memanfaatkan teknologi. Dengan kata lain “Ikut atau tergilas”.

Banyak orang mengatakan bahwa dunia telah memasuki era yang disebut era informasi. Era dimana informasi menjadi kekuatan utama yang tak terbantahkan dan tak terelakkan jika ingin menjadi pemenang. Tidak hanya era informasi, saat ini juga kita telah memasuki era velocity (kecepatan), dimana Kecepatan menjadi modal utama setiap orang menghadapi zaman yang semakin turbulance dan bergolak. “Era Informasi dan Kecepatan Telah Tiba”. Sudahkah anda menyadari hal tersebut?

ZuperBUZZ sangat memahami pentingnya membumikan pengetahuan internet dan e-Commerce (elektronik komersial) dalam masyarakat, pentingnya menumbuhkan kesadaran memanfaatkan teknologi tersebut untuk kegiatan-kegiatan positive yang menyokong aktifitas kehidupan masyarakat antara lain kegiatan bisnis.

Ada sebuah pernyataan dalam sebuah iklan komersial yang berbunyi “Kebodohan itu dekat dengan kemiskinan”. Seluruh aksi strategis harus dimaksimalkan untuk mencapai sasaran yang maksimal. ZuperBUZZ mencoba membawakan manfaat besar kepada banyak orang, dengan biaya serendah mungkin agar 240 juta rakyat Indonesia bisa dicerdaskan.

Hanya bagi anda yang peduli terhadap kehidupan anda sendiri, kehidupan masyarakat luas dan kehidupan bangsa ini.. ZuperBUZZ mengundang anda untuk turut aktif mengkampanyekan “Internet Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Internet Mengentaskan Kemiskinan”. Jadilah bagian dari lokomotif bagi gerbong-gerbong yang membutuhkan kehidupan yang lebih baik.

Bergabunglah dengan ZuperBUZZ. Segera hubungi orang yang mengkampanyekan informasi ini kepada anda.

Salam Maju Indonesia !

PostHeaderIcon Mulai masuk ke Dunia E-commerce?

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat wajar bagi sebagian besar pengguna Internet di Indonesia melihat potensi yang “besar” untuk berkecimpung lebih dalam dunia virtual khususnya di e-commerce. Akan tetapi karena mungkin kurang pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan e-commerce akhirnya menjadi kurang PD …

Filosofi dasar dalam media elektronik sebetulnya sangat sederhana. Pengalaman pribadi menunjukan bahwa rizki yang kita peroleh akan sebanding dengan alam & ibadah yang kita berikan pada orang banyak. Semakin effisien cara kita beramal di dunia digital / internet akan semakin lancar rizki yang diperoleh. Internet sangat memungkinkan untuk mengeffisienkan proses membagi ilmu pengetahuan, amal & ibadah sehingga akan bermanfaat untuk orang yang sangat banyak dalam waktu sekejap saja.

Pertanyaan yang sering sekali saya terima belakangan ini terutama di sekitaran e-commerce, seperti “dimana saya bisa belajar e-commerce?” “apakah ada kursus bersertifikat tentang e-commerce?” “bagaimana cara masuk kedunia ecommerce?”

Tulisan ini saya coba memberikan sedikit cara yang sangat sederhana sekali untuk menaikan PD anda-anda untuk terjun ke dunia “e-commerce”. Saya disini tidak memaksakan bahwa e-commerce haruslah merupakan e-commerce yang kompleks yang merupakan transaksi dagang yang serba otomatis antar database yang dipasang di server merchant. Transaksi kartu kredit pengguna dengan server di merchant semua merupakan tingkat lanjut dari e-commerce yang diproteksi keabsahan-nya dengan certificate authority (CA) untuk menjamin ke aslian pengguna & merchant-nya. Tidak, saya tidak akan memaksa semua ini … karena e-commerce dapat dilakukan dengan pola yang amat sangat sederhana sekali.

Terus terang modal yang dibutuhkan hanya kemampuan bahasa inggris, kemauan membaca & sedikit kemampuan untuk memakai Internet. Saya sarankan untuk melakukan pencarian di search engine di Internet seperti http://www.yahoo.com,http://www.infoseek.com ,http://www.altavista.com gunakan keyword seperti FAQ e-commerce, whitepaper e-commerce, payment method, network security untuk mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan e-commerce. Saya tidak akan membahas membahas e-commerce yang kompleks pada kesempatan ini tapi yang amat sangat sederhana sekali.

Baiklah, filosofi yang dipegang sebetulnya sangat sederhana sekali – seperti hal-nya segala bentuk transaksi dagang yang baik semua haruslah di landasi pada kepercayaan / “trust” … pembeli percaya pada penjual bahwa dia akan memberikan yang sesuai / cocok. Penjual juga percaya bahwa pembeli akan memberikan kompensasi yang sesuai dengan barang / jasa yang diambilnya. Bagaimana strategi membangun kepercayaan tersebut? itu yang lebih penting teknologi certificate authority, network security dll merupakan teknologi pendukung saja untuk membangun kepercayaan tersebut. Kalaukita perhatikan proses alamiah di dunia nyata bagaimana proses kepercayaan pada seseorang itu tumbuh? Biasanya berjalan dengan perlahan tidak secara langsung, mulai dari perkenalan masing-masing maupuninformasi lainnya.

Kadang memang akan lebih cepat dengan atribut yang biasa digunakan misalnya bentuk-bentuk tertentu berupa warung yang dapat diasumsikan dapat dipercaya untuk dilakukan transaksi dagang. Berbeda dengan kalau kita membeli barang dari iklan baris, kita akan lebih hati-hati lagi. Dilanjutkan dengan tanya jawab selanjutnya hingga akhirnya kepercayaan terbentuk dan transaksi dagang terjadi tanpa tekanan apapun dan keduanya merasa di untungkan.

Adakah cara sederhana untuk membangun kepercayaan itu di Internet? Perlukan menggunakan CA, network security untuk membangun kepercayaan tersebut? memang untuk e-commerce tingkat lanjut anda membutuhkan teknologi yang relatif canggih untuk membangun kepercayaan tersebut, adakah sesuatu yang sederhana untuk membangun kepercayaan tersebut?

Pengalaman menunjukan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan diskusi, dialog & komunikasi dua arah adalah cara yang paling sederhana untuk membangun kepercayaan “trust” yang dibutuhkan dalam e-commerce tersebut. Diskusi & komunikasi sangat mudah dan murah dilakukan menggunakan e-mail di Internet. Ikut aktif dalam mailing list di Internet, misal-nya e-commerce@itb.ac.id ,mastel-e-commerce@egroups.com ,warta-e-commerce@egroups.com , dan masih banyak lagi mailing list di Internet yang memungkinkan anda untuk berpartisipasi dan berdiskusi.

Start dengan membaca dulu cara rekan-rekan berdiskusi di mailing list yang bisa dilanjutkan dengan proses bertanya jika ada yang tidak di mengerti. Dengan semakin majunya pengetahuan yang kita miliki coba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari rekan di mailing list. Pada tingkatan menjawab pertanyaan ini, kita sebetulnya sudah pada posisi produsen pengetahuan, diperlukan ketekunan mencari & membaca berbagai pengetahuan sebelum kita dapat menjawab dengan baik dan tepat. Untuk dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan tepat sebaiknya dari awal kita harus sudah membiasakan diri untuk menstrukturkan filling pengetahuan yang diperoleh dari Internet tersebut dalam folder-folder di komputer yang kita gunakan supaya mudah mencari berbagai pengetahuan tersebut. Filling system di PC akan sangat membantu dalam mencari pengetahuan dikemudian hari. Istilah keren-nya barangkali knowledge management.

Langkah selanjutnya dapat berkembang pada pembangunan Frequenty Asked Questions (FAQ) dari berbagai pertanyaan yang muncul di mailing list. Jika kita cukup berbaik hati, alangkah baiknya jika ilmu pengetahuan yang sudah kita strukturkan dalam bentuk filling system / knowledge management tersebut bisa di masukan ke Web pribadi di Internet. Pada tingkatan ini, secara otomatis trust dari masyarakat kepada anda akan tumbuh – masyarakat akan memandang anda sebagai “pakar”. Masyarakat akan sangat melihat komitmen yang anda lakukan dalam bidang yang anda sukai.Tentunya semua tidak akan selesai hanya sekedar join mailing list, menjawab pertanyaan di mailing lsit, membuat FAQ, mempublikasi Web. Pada tingkatan ini maka secara langsung transaksi-transaksi “dagang” & reward akan terjadi dengan sendiri-nya karena masyarakat percaya akan keahlian Anda & juga percaya akan komitmen yang diberikan. Tentunya transaksi “dagang” tersebut tidak harus berupa e-commerce yang kita kenal, sering kali hanya berupa pemesanan melalui e-mail.

Yang paling berat adalah jika anda mulai melakukan manouver-manouver untuk mengarahkan masyarakat ke sebuah tujuan tertentu. Menjadi moderator mailing list, mengarahkan komunitas yang ada untuk bergerak secara bersama-sama. Kata sederhananya memimpin masyarakat / komunitas. Tingkat ini membutuhkan komitmen yang lebih tinggi lagi.

Pengalaman menunjukan bahwa rizki sudah di atur dari atas sana. Menjawab pertanyaan di mailing list, membuat FAQ, membuat Web, memasukan tulisan ke detik.com, astaga.com, infokomputer.com yang semua bisa diakses secara gratisan (public domain) tampaknya sia-sia – tampaknya Allah itu maha adil & tidak pernah salah menghitung. Semakian banyak orang yang di untungkan oleh kita, semakin effisien amal & ibadah dilakukan maka hal yang sebanding akan diperoleh dari sisi rizki. E-commerce dll hanyalah perantara dari rizki yang akan diperoleh.

Oleh :Onno W. Purbo

ZuperBUZZ | BUZZos

PostHeaderIcon Berguru e-Commerce kepada Taobao

Dengan tubuhnya yang kurus, dia mengangkut kardus sampo, bedak, dan bedak menuju gudang tokonya di bawah tanah. Yang Fugang seorang mahasiswa. Mestinya lelaki yang tinggal di Kota Kecil Yiwu itu beberapa bulan lagi lulus kuliah. Tapi kini tubuhnya lebih sering tenggelam di balik tumpukan kardus sampo ketimbang buku kuliahnya. Toko online-nya sedang tumbuh pesat. Dia mengoperasikan toko daring (online dengan menjual barang-barang kebutuhan mandi yang dia ambil dari pabrik setempat. Lelaki itu punya 14 karyawan, dua gudang, dan sejumlah modal tunai. Toko daringnya ada di Taobao.com — mal dengan pertumbuhan terpesat di Cina. “Tak pernah terpikir sebelumnya saya bisa membuka toko daring dengan baik,” kata Yang, 23 tahun, yang tahun lalu mengantongi pendapatan US$ 75 ribu (sekitar Rp 675 juta). Dulu ia memulai bisnisnya dengan rasa ragu memenuhi kepalanya. Ia menjual karpet untuk Yoga, kini dia beralih ke produk kosmetik, karena lebih tinggi labanya. Belakangan, demam Taobao telah menyeret Yang keluar dari bangku kuliah di Yiwu Industrial and Commercial College. Demam itu pula, menurut pengelola universitas itu, yang membuat seperempat dari 8.800 mahasiswanya mengoperasikan toko online di Taobao.com dari kamar-kamar kos mereka. Dekan dan rektor tak mengutuk tindakan ini. Taobao.com adalah fenomena. Ada jutaan orang yang membuka toko daring di sana, dari mahasiswa, pensiunan, sampai ibu-ibu yang bosan menonton opera sabun. Ledakan pengguna Taobao.com bahkan mengalahkan eBay.com — situs lelang dari Amerika yang sempat ekspansi ke Cina. Hanya dalam enam tahun Taobao.com — dalam bahasa Cina berarti “mencari harta karun”–memiliki 120 juta anggota dan 300 juta produk yang dijual. Para pedagang di bawah payung mereka tahun lalu telah menjual hampir US$ 15 miliar (sekitar Rp 135 triliun). Angka itu sama dengan sepersepuluh APBN Indonesia. Malah banyak analis bilang kekuatan Taobao.com itu mendekati Amazon.com, yang penjualannya diperkirakan US$ 19 miliar (Rp 171 triliun). Resesi global juga membantu Taobao.com berkembang. Banyak perusahaan yang tak bisa menyalurkan barangnya akhirnya menyerahkan barang-barang mereka ke wiraniaga yang bergabung dengan Taobao.com. Dengarlah betapa kuatnya cengkeraman Taobao.com. “Saya tak bisa hidup tanpa membuka Taobao,” kata Zhang Kangni, pelajar dari Shanghai. “Pertama, karena murah. Saya menemukan sebuah gaun di Shanghai dengan merek Hong Kong seharga US$ 175. Saya menemukan gaun serupa di Taobao seharga US$ 33. Taobao sendiri baik hati. Dia tak memungut biaya transaksi. Semuanya dibiayai dari pendapatan iklan US$ 200 juta (sekitar Rp 1,8 miliar). Saat Taobao didirikan oleh seorang guru bahasa Inggris bernama Jack Ma pada 2003, sepertinya tak ada peluang bagi Taobao untuk hidup. Situs eBay dan raksasa Internet Cina, EachNet, mengontrol 90 persen belanja di Internet. Tapi Jack Ma pintar. Sementara eBay memungut biaya dari setiap transaksi, Taobao justru gratis. Taobao pun berkibar seperti “dotcom”-nya yang lain, yakni Alibaba.com. Mereka kini malah mendapat kucuran dana dari Yahoo!, Goldman Sachs, dan Softbank Group dari Jepang. Taobao kini mengontrol 80 persen belanja online Cina, menurut iResearch. Bisakah “dotcom” atau toko online Indonesia belajar dari Taobao–terutama soal bagaimana melawan raksasa dan mengundang investor asing? Dulu Indonesia punya Ekuator.com, toko buku online yang didukung grup Mizan. Kini pusara toko buku itu pun tak jelas. Penerusnya, seperti Bukukita.com, Bearbookstore.com, Inibuku.com, dan Palasarionline.com, sepertinya masih jauh dari harapan. Beberapa situs lelang asli Indonesia juga berdiri, tapi mereka cuma seumur jagung. Dengan 30 juta pengguna Internet, Indonesia mestinya bisa punya toko online yang besar, walau tak harus sebesar Taobao.com.

ZuperBUZZ | BUZZos

PostHeaderIcon Prospek E-commerce di Indonesia

Saat ini, internet telah menjadi salah satu media pemasaran dan penjualan yang murah, cepat dan memiliki jangkauan yang luas hingga menembus batas-batas negara. Seiring dengan booming internet pada akhir 90-an, bermunculanlah berbagai online shop yang menawarkan produk melalui website yang dirancang untuk dapat melakukan transaksi secara online, dan lahirlah istilah E-commerce.

Bagaimana dengan prospek E-commerce di Indonesia ? Saya berpendapat bahwa E-commerce di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang pesat. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, yakni :

* Akses internet semakin murah dan cepat, yang akan meningkatkan jumlah pengguna internet
* Dukungan dari sektor perbankan yang menyediakan fasilitas internet banking maupun sms banking, yang akan mempercepat proses transaksi
* Biaya web hosting yang semakin murah
* Semakin mudah dan murahnya membangun situs E-commerce.

Selain hal – hal yang disebutkan di atas, perkembangan E-commerce di Indonesia tentu harus didukung juga oleh adanya peraturan yang dapat melindungi konsumen dari kerugian yang disebabkan penipuan, credit card fraud, dan berbagai potensi kerugian lainnya. Dengan demikian konsumen dapat berbelanja online secara aman dan nyaman.

ZuperBUZZ | BUZZos

ZMS
ZuperBUZZ Marketing System
ZuperBUZZ Marketing System

Archives
Post Categories
Language Translator
    Translate from:

    Translate to:

Partner
My Calendar
September 2010
S M T W T F S
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Cuaca
25°C
Tue Chance of Storm
28/22
Wed Chance of Storm
30/21
Thu Chance of Storm
30/21